Anonymous asked: kk share lgi ceritanya yah :)
hahaha ok sip ditunggu aja
“ga bakalan ada cw yang bisa bunuh gw!
karna cuman orang yang gw cintai yang punya kesempatan paling besar buat nyakitin gw!”
Anonymous asked: kk share lgi ceritanya yah :)
hahaha ok sip ditunggu aja
Ada Cerita Inspiratif nih …
Walaupun uda jadul, dan uda banyak yang tau, tapi gw ngpost cuman buat yang belum tau!!! yang uda tau mendingan gausah baca! :p
Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di sekitar bulan November 1923 di Odate, Jepang. Ia pindah ke Tokyo, saat majikannya pindah ke sana. Pemilik anjing itu bernama Eisaburo Ueno. Eisaburo adalah seorang tua yang tinggal sendirian di rumahnya, istrinya sudah meninggal dan anak-anaknya sudah menikah dan tidak tinggal di situ lagi. Eisaburo Ueno bekerja di sebuah universitas di dekat Tokyo sebagai seorang profesor.
Sudah sebuah kebiasaan bagi orang tua itu untuk menaiki kereta listrik di Stasiun Shibuya untuk bekerja. Ia berangkat sekitar jam 8 pagi, dan biasanya ia pulang dan tiba di stasiun itu kembali sekitar jam 5 sore.
Hachiko, si Anjing itu, sangat setia menemani tuannya. Setiap pagi ia berjalan bersama tuannya menuju ke Stasiun Shibuya. Setelah ‘melepas kepergian’ tuannya, anjing itu pulang sendiri ke rumah. Dan uniknya tepat sebelum jam 5 sore, anjing itu sudah datang kembali ke stasiun untuk menjemput tuannya.
Kebiasaan ini dilakukannya setiap hari selama beberapa tahun, dan orang-orang di sekitar situ sudah mulai hapal dengan tingkah anjing (dan pemiliknya) itu. Para petugas stasiun pun selalu tersenyum ramah saat melihat anjing itu berlari-lari kecil menjemput tuannya setiap sore.
Tapi malang, pada suatu siang, Eisaburo mendapatkan serangan jantung di universitas tempatnya bekerja. Ia meninggal sebelum mendapatkan perawatan medis dari rumah sakit. Segenap keluarganya langsung dihubungi oleh pihak universitas untuk menjemput jenazah Eisaburo.
Lalu bagaimana dengan anjing itu ? Ternyata, pada sore harinya anjing itu tetap datang ke stasiun untuk menjemput tuannya, tapi hingga larut malam ia menunggu, ternyata tuannya tidak datang. Anjing itu pulang kembali ke rumah.
Besok sorenya, anjing itu kembali datang ke Stasiun - dan sekali lagi - ia pulang dengan ‘tangan hampa’. Kebiasaan ini ia lakukan setiap hari. Para petugas stasiun dan orang-orang di situ sangat bersimpati dan kadangkala memberinya makan saat ‘menjemput tuannya’.
Beberapa kerabat Eisaburo pun sebenarnya sudah berusaha untuk memelihara dan merawat anjing itu, tetapi tetap saja - setiap sore anjing itu nekat berlari menuju ke stasiun Shibuya.
Tak terasa 11 tahun sudah berlalu, dan anjing itu tetap melakukan aktivitas hariannya menunggu tuannya di stasiun tiap sore - hingga larut malam, bahkan kadang baru pulang besok paginya setelah pulas tertidur di stasiun.
Setelah berumur 15 tahun, anjing itu akhirnya meninggal dunia dalam kesetiaannya, tepat di tempat dimana ia biasa menunggu tuannya.
Untuk memuji dan menghargai kesetiaan anjing itu, orang-orang membangun sebuah patung Hachiko di Stasiun Shibuya. Patung anjing itu masih berdiri kokoh hingga saat ini, sebagai sebuah inspirasi kesetiaan bagi orang-orang yang melewatinya.
“percayalah! kesengsaraanmu saat ini akan berbanding lurus menjadi kebahagiaan dihari esok.”
“Sifat alami manusia, jika dilarang mereka pasti akan semakin penasaran untuk mencobanya!
dan jika disuruh, mereka pasti akan semakin malas untuk melakukannya!”
tanggal 26 agustus 2012
mungkin ini salah satu momen penting dikehidupanku yang wajib aku post.
ya ini sangat penting! sampai sampai aku sangat membenci hari ini.
seperti yang sudah aku katakan dipostingan sebelumnya, hari ini adalah hari pertama aku masuk pesantren.
hey kau!
PE-SAN-TREN bukan PESAN-TREND.
hahaha
kurang lebih jam 5 sore aku mulai daftar disini.
pagi paginya sih aku masih menjadi elang, masih bisa terbang kesana kemari.
oh ia, aku gabakalan lupa momen ini.
sekitar jam 11 siang, aku pergi maen kerumah uyan sahabat aku, dan aku ajak dia buat maen bilyar.
panas terik nusuk nusuk kulit takku hiraukan. soalnya ini akan jadi saat saat terahir aku bisa maen bebas sampai ahirnya keluar dari tempat ini.
oh ia, aku nyodok ditempat langgananku di violet. tapi sebelum aku pergi kesana, aku bawa pacar aku dulu dirumahnya.
soalnya hari ini aku pengen maen bareng sama orang orang yang spesial dikehidupanku.
kalo bisa sih, pengen ngajak semua temen temen aku, tapi ga mungkin :(
1 sengah jam aku maen bilyar disana, dan akulah yang jadi juaranya haha
oh ia, pas permainan uda abis, kami duduk duduk disana bertiga sambil istirahat dengan posisi melingkari meja, aku berhadapan sama cw aku, dan uyan berada dikursi tengah samping kami. pas aku nyalain roko, tiba tiba cw aku berbisik sama uyan, tapi kedengeran sama aku.
kalo ga salah dia bilang gini “yan, aku pengen nangis”
dengan refleknya aku langsung berdiri menghampiri dia dan duduk disamping kirinya, dan kurangkul kepalanya dipundaku.
dengan perlahan aku bilang gini sama pacar aku!
“nyon, jangan nangis ya! aku sayang ko sama kamu, aku cuman mesantren, gakemana mana ini ko.
nyon, jaga diri kamu yah! kalo aku ada waktu, aku pasti maen ko kerumah! :)
kalo kamu pengen maen, maen aja sama uyan yah!
uyan! aku nitip si onyon yah :)
eh nyon, aku punya 1permintaan sama kamu!
lalu cw aku jawab
ia, apa? (sambil matanya terlihat memerah)
aku pengen kamu jadi pacar uyan! aku gamau liat kamu sedih terus gara gara aku! aku percaya sama dia, dia pasti bakalan jagain kamu ko! diakan sahabat aku!
seketika dia langsung menangis dan memelukku, aku juga gakuat nahan air mata ini ketika aku melihat dia menangis dan uyan juga meneteskan air matanya.
dan ahirnya airmatakupun kembali keluar dan menetes dipelukannyah.
aku gapeduli sama orang-orang yang liatin aku.
ga sedikitpun membuat aku malu.
mungkin esok, lusa, dan seterusnya, aku cuman bisa liat mereka kalo pas ketemu dijalan pulang kuliah, ato kebeneran lewat.
gamungkin lagi ada cerita cerita kaya gini! gamungkin ada!
sampai jumpa onyon, sampai jumpa sahabat-sahabatku!
makasih kalian udah jadi orang yang sangat istimewa dikehidupanku!
← Older Entries Page 1 of 13